Berita

Cegah Pernikahan Dini, Dinsos P3AP2KB Kabupaten Tabalong Sosialisasikan Pendewasaan Usia Perkawinan di SMAN 1 Haruai

Admin Dinsosp3ap2kb
22 Apr 2026 22:00
Sumber: admin
Cegah Pernikahan Dini, Dinsos P3AP2KB Kabupaten Tabalong Sosialisasikan Pendewasaan Usia Perkawinan di SMAN 1 Haruai

HARUAI – Guna menekan angka pernikahan usia anak di Bumi Saraba Kawa, Pemerintah Kabupaten Tabalong melalui Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada Dinas Sosial P3AP2KB menggelar sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, (22/04/2026) bertempat di Aula SMAN 1 Haruai.

Kegiatan yang menyasar seluruh siswa-siswi SMAN 1 Haruai ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai pentingnya perencanaan masa depan dan risiko di balik pernikahan dini, baik dari sisi kesehatan, psikologis, maupun ekonomi.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinsos P3AP2KB Tabalong dalam arahannya menyampaikan bahwa remaja perlu memiliki "Life Planning" atau perencanaan hidup yang matang.

"Kami ingin adik-adik di SMAN 1 Haruai memahami bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formal, tapi memerlukan kesiapan fisik dan mental. Usia ideal untuk menikah adalah 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki," ujarnya di hadapan ratusan siswa.

Dalam sosialisasi ini, para siswa diberikan materi mengenai:

  1. Dampak Kesehatan: Risiko stunting pada anak yang dilahirkan dari ibu usia remaja serta risiko kematian ibu dan bayi.

  2. Kesiapan Mental: Pentingnya kematangan emosional dalam membina rumah tangga agar terhindar dari kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

  3. Pendidikan dan Karir: Mendorong siswa untuk menuntaskan wajib belajar 12 tahun dan melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi sebelum memutuskan berkeluarga.

  4. Perkawinan di usia dewasa akan menjamin kesehatan reproduksi ideal bagi wanita sehingga kematian ibu melahirkan dapat dihindari.

Pihak sekolah SMAN 1 Haruai menyambut baik inisiatif ini. Kepala Sekolah menyatakan bahwa edukasi seperti ini sangat krusial bagi siswa SMA yang sedang berada dalam masa transisi menuju dewasa agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang berujung pada pernikahan tidak terencana.

Melalui kegiatan ini, Dinsos P3Ap2KB berharap para siswa dapat mengadi “Agen Perubahan” atau pendidikan teman sebaya (Peer Education) di lingkungannya masing-masing. Secara bersama-sama mengkampenyekan Program Bangga Kencana untuk generasi muda dengan sebutan GenRe (Generasi Berencana). Dalam generasi berencana/ generasi remaja ada masa transisi merencanakan kapan akan menikah dengan menunda usia perkawinan sampai mencapai usia ideal perkawinan. Dengan perencanaan dan persiapan kehidupan berumah tangga, kapan harus hamil, berapa jumlah dan jarak kelahiran, dan bercita-cita untuk mewujudkan keluarga dan keturunan yang berkualitas. (Admin@Dinsos,P3AP2KB)

Bagikan artikel ini: